Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2022

Badan Keuangan dan Aset Daerah dalam acara Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2022 bagi Pembuku dilaksanakan selama 2 hari tanggal 20 & 21 Juli 2022 yang terbagi dalam 2 anggakatan.

Bimtek dibuka oleh Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan BKAD Kabupaten Sleman, Eko Yuliati, SE, M.SE, M.Sc. didampingi oleh Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda pada Badan Keuangan dan Aset Daerah dan selaku Sub-Koordinator Kelompok Substansi Pelaporan Bidang Akuntansi dan Pelaporan, Sri Suryanti, SE. dihadiri oleh Pembuku Kabupaten Sleman, bertempat di RR III A (20/07) dan RR III B (21/07) BKAD Kabupaten Sleman.

Eko Yuli menjelaskan tujuan dilaksanakannya bimtek yaitu untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para pembuku agar pengetahuannya tidak hanya sebatas mengoperasikan aplikasi SIKD tetapi juga memahami konsep dasar akuntansi, dapat menganalisis Laporan Keuangan yang dihasilkan, dan meningkatkan kualitas Laporan Keuangan.

“Mempertahankan opini WTP dan percepatan penyusunan LKPD 2022”, jelas Eko Yuli.

Upaya yang perlu dilakukan untuk mempertahankan opini WTP yaitu meningkatkan awareness pejabat dilingkungan Pemda terkait pentingnya Laporan Keuangan, mengidentifikasi berbagai kelemahan yang terdapat pada Laporan Keuangan sehingga dapat teridentifikasi peluang apa saja yang memungkinkan dalam melakukan perbaikan, meningkatkan kemampuan SDM dalam pengelolaan keuangan dan barang milik daerah, melaksanakan administrasi pengelolaan keuangan dan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta melakukan sistem pengendalian intern keuangan dan barang milik daerah secara optimal.

Penerapan Aplikasi SIKD untuk Menu Pembuku dijelaskan oleh staf Bidang Akuntansi dan Pelaporan, Aprilia Zusrul Hana.

Harapan dilaksanakan bimtek ini SKPD dapat menyampaikan Laporan Keuangan secara tepat waktu, kualitas Laporan Keuangan meningkat, dapat meminimalkan terjadinya kesalahan.

“Pengelolaan keuangan daerah lebih akuntabel dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan”, tambah Suryanti.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*