Sosialisasi Budaya Anti Korupsi dan Bimtek Public Speaking & Service Excellence

Sleman, BKAD Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sleman dalam acara Sosialisasi Budaya Anti Korupsi dan Bimtek Public Speaking & Service Excellence, dihadiri oleh 100 pegawai BKAD yang dibagi menjadi dua sesi pada hari Rabu dan Kamis (09-10) bertempat di Ruang Ayodya Griya Persada Convention Hotel, Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman.

Acara dibuka Sekretaris BKAD Kabupaten Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., mendatangkan narasumber Inspektur Pembantu Bidang Perekonomian Inspektoran Kabupaten Sleman, Tintin Marlina, S.P., M.H., dan Praktisi Public Speaking Aktor PR PT. PSS, James Purba.

Tintin menjelaskan kedudukan hukum gratifikasi UU No. 31/1999 jo UU No 20/2001, tentang Tipikor, Peraturan KPK No 2/2019, tentang Pelaporan Gratifikasi, dan Perbup No. 11.2/2021, tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi. Gratifikasi yang merupakan akar dari korupsi.

“Gratifikasi dapat menyebabkan konflik kepentingan berupa kesenjangan untuk melakukan maladministrasi fraud, bahkan tindak pidana korupsi,” Jelas Tintin.

Pemberian dalam arti luas yang merupakan definisi gratifikasi, dengan beberapa macam bentuk seperti uang, barang, pinjaman tanpa bunga, pengobatan cuma-cuma, komisi, rabat/diskon, fasilitas penginapan, tiket perjalanan, perjalanan wisata, dan fasilitas lainnya.

Ia juga menjelaskan kategori gratifikasi yang wajib dilaporkan dan gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan berdasarkan Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia No. 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi tanggal 5 November 2019.

Batas waktu pelaporan gratifikasi dari pelapor ke UPG 10 hari kerja, selanjutnya penelaahan di UPG sampai dengan pengiriman ke KPK 20 hari kerja, kemudian maksimal diterima KPK adalah 30 hari kerja sejak diterima.

“Menjalani dengan sepenuh hati, fokus kepada pekerjaan,” tambah Tintin.

James menjelaskan service excellence adalah sebuah bentuk layanan yang mampu memenuhi kebutuhan dan menjawab masalah atau pertanyaan pelanggan (Johnston dan Clark).

“Pelayanan terbaik akan menghasilkan penilaian serta kesan yang baik,” jelas James.

Memberikan informasi yang lengkap, memberikan rasa percaya, menghindari keluhan, menimbulkan loyalitas kepada customer menjadi tujuan dasar.

Menguasai customer melalui komunikasi yang baik dapat menentukan hasil akhir yang baik. Mulai dari menguasai knowledge memberikan rasa confidence. Kemudian mempunyai jiwa melayani dengan gesture yang baik.

“Attitude yang perlu dijunjung tinggi sangatlah penting dalam service ecxellence,” kata James.

Ia juga menjelaskan peranan penting attitude dalam dunia pekerjaan, mulai dari menghargai waktu, mempunyai komitmen, menghormati rekan kerja, dan diterima di lingkungan baru.

Dalam dunia kerja, tanggung jawab mambantu seseorang untuk berkomitmen terhadap pekerjaannya dan menyelesaikan sesuai yang diharapkan. Memberikan lebih dari ekspetasi, mendengarkan memahami dan menjawab, semua itu dilakukan dengan rasa peduli dan penuh ketelitian.

Penampilan yang termasuk komumikasi non verbal, menjadi pelengkap dari berbagai aspek yang ada dalam service excellence. Setiap perusahaan tentunya menginginkan karyawannya dapat menunjukkan dan merepresentasikan nulai-nilai positif melalui berbusana dengan rapi, menawan, dan membuat hati nyaman bagi customer. Sifatnya sederhana namun penting jika mampu apik membungkusnya.

“Mampu memberikan pelayanan yang lebih baik untuk melayani masyarakat khususnya Kabupaten Sleman,” tambah Abu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*