Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bidang Penagihan dan Pengembangan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi Target Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 di Sajian Kembang Turi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antar pihak dalam optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Sleman. Selasa (12/5).
Rakor tersebut dihadiri oleh Pemimpin Bidang Pelayanan dan Operasional BPD DIY Cabang Sleman, Doddy Andryan, Pemimpin Kelompok Dana Jasa dan Digital Banking BPD DIY, Reza Prihaditya, serta Ketua Forum Danarta Sleman, Muhammad Romli bersama Danarta se-Kabupaten Sleman.
Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Abu Bakar, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Forum Danarta Kabupaten Sleman dalam mendukung peningkatan capaian target PBB-P2 tahun 2026. Menurutnya, sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga optimalisasi pendapatan daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan BKAD Kabupaten Sleman, Safirta Harya Rekyani, memaparkan target dan capaian PBB-P2 Kabupaten Sleman, termasuk strategi pengamanan aset daerah serta langkah-langkah optimalisasi penerimaan pajak daerah yang akan dilakukan pada tahun 2026.
Pada kesempatan tersebut, pihak BPD DIY turut memberikan penjelasan terkait layanan pembayaran PBB-P2, khususnya melalui sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, Mobile Banking dan Agen Lakupandai. Inovasi pembayaran non tunai tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan, mempercepat proses transaksi, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak daerah.
Melalui kegiatan rakor ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap koordinasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat semakin diperkuat sehingga target penerimaan PBB-P2 Tahun 2026 dapat tercapai secara optimal. Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran diharapkan mampu mendorong pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat Kabupaten Sleman.









Be the first to comment